Home
Semangat Pionir.

Dari mana datangnya bisnis ? Sebagian pengusaha yang saya interview
mengatakan dari ide. Sisanya mengatakan dari peluang. Barangkali
keduanya benar. Dan sama-sama jawaban yang sehat. Mestinya begitu. Tapi
seorang pejabat mengeluh, kalau kadang konsep ini diselewengkan. Ia
memberikan contoh, tentang kolega, saudara atau famili pejabat yang
mendirikan perusahaan untuk jadi supplier departemen, semata-mata untuk
memanfaatkan koneksi pejabat tersebut. Jadi peluang yang salah, dan
hanya berdasarkan “aji mumpung” semata. Saya jadi tertawa mendengarnya.
Karena semestinya bisnis tercipta atas peluang yang datang dari ide-ide
baru yang segar.Juga tentang perlakuan sementara orang
mengklasifikasikan bisnis UKM denga hanya bisnis-bisnis makanan dan
cendera mata atau kerajinan. Yang protes justru seorang pejabat juga.
Beliau bilang kita ini ngak kreatif ! Masa kalau pameran UKM yang
dipamerkan selalu melulu makanan, cendera mata dan kerajinan. Kritik
beliau, masa sih kita ngak punya semangat inovasi atau semangat pionir
? Berusaha menciptakan sesuatu yang benar-benar baru sama sekali ?
Mpu Peniti, mentor saya, punya penjelasan yang lebih sederhana. Kata beliau, kata-kata seperti inovasi dan pionir, dalam kosa kata bahasa Indonesia memang tidak ada terjemahan langsung yang pas. Makanya kita sehari-hari menggunakan kata yang di Indonesiakan dari bahasa Inggris. Innovation jadi inovasi. Dan pioneer jadi pionir. Nah, kalau kedua semangat ini sulit ditemukan dalam masyarakat kita, maklum saja. Mungkin secara budaya memang kedua kata ini tidak lengket dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena tidak kita kenal konsepnya, kata-kata yang pas-pun akibatnya tidak kita miliki...Selengkapnya
Mpu Peniti, mentor saya, punya penjelasan yang lebih sederhana. Kata beliau, kata-kata seperti inovasi dan pionir, dalam kosa kata bahasa Indonesia memang tidak ada terjemahan langsung yang pas. Makanya kita sehari-hari menggunakan kata yang di Indonesiakan dari bahasa Inggris. Innovation jadi inovasi. Dan pioneer jadi pionir. Nah, kalau kedua semangat ini sulit ditemukan dalam masyarakat kita, maklum saja. Mungkin secara budaya memang kedua kata ini tidak lengket dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena tidak kita kenal konsepnya, kata-kata yang pas-pun akibatnya tidak kita miliki...Selengkapnya